Menjalani hubungan selama 5 tahun, aku sampai dititik ini.
Titik tidak berujung sebuah pelaminan
Rasanya sulit untuk memaafkan
Mengingat banyak kekecewaan
Sudah ku taruh rasa percaya pada akhirnya sirna
Setiap dikecewakan aku bangun lagi rasa percaya dari awal. Alurnya tetap sama "dikecewakan" lagi
Allah membuka mataku, memperlihatkan ketidakberesan itu. Aku diperlihatkan oleh banyak nama perempuan dimasa lalu yang kau cari disetiap kali membuat akun baru. Nama itu kau cari di kolom pencarian, kau cari tau tentangnya. Tidak sekali, dua kali.
Awalnya aku kira sebuah kekhilafan
Tapi ternyata bukan, melainkan kesengajaan
Mungkin ada rasa yang belum tertuntaskan
Atau sebuah penasaran yang belum terpecahkan
Banyak akun palsu dibuat hanya untuk mencari tau tentangnya. Hingga akhirnya aku berpikir "tidakkah kau bersyukur telah memiliki aku?".
Sempat aku tanya alasan mengapa cari tau tentangnya. Jawaban yang didapat tidak lebih dari keyakinan untuk pergi saat itu. Hanya ada kata maaf, tak lama ketahuan lagi.
Begitu terus alurnya.
Sifat tempramental yang melekat pada dirinya
Kekerasan fisik dan verbal yang masih membekas dikepalaku. Masih teringat jelas gimana sikap kasar dan ucapan kotor itu terlontar.
Sungguh, kenapa aku bisa sekuat dan keras kepala mempertahankan hubungan seperti ini? Bahkan setiap meminta kejelasan, aku tidak mendapat jawaban.
Kini, sudah tidak ada lagi alasan untuk bertahan.
Aku berada dititik,
Hilang rasa
Hilang peduli
Hilang kepercayaan
Aku berhenti.
No comments:
Post a Comment