Sunday, March 22, 2020

Insecure

Pada kesempatan kali ini, aku mau sharing sedikit bagaimana cara mengatasi rasa insecure. Apa sih itu insecure? Yaitu rasa kurang merasa aman, kurang percaya diri dan kecemasan berlebihan terhadap sesuatu. Rasa insecure bisa terjadi pada siapapun, sering kali usia diatas 20 tahun, karena diusia tersebut kita mulai berkembang. Ada usia 20 tahun sudah sarjana, memiliki pekerjaan yang bagus, gaji besar, sudah jadi PNS, bahkan melihat teman sudah banyak yang menikah dan mempunyai anak yang lucu.

Kok bisa sih jadi insecure? Dunia digital sekarang sudah canggih, kita bisa melihat keadaan orang lain hanya melalui Sosial Media. Sering kali membandingkan diri kita dengan pencapaian orang lain. Terbesit dalam pikiran “kok enak ya jadi dia”? tempat kerja yang nyaman, gajinya besar”, “kok enak ya dia sudah menikah punya anak lucu”, “kok enak dia udah sarjana, sedangkan skripsi ku masih belum selesai”. Apapun kalimatnya kalian pernah merasa cemas saat melihat hidup orang lain secara fisik atau finansial.

Kita terlalu fokus pada orang lain, menganggap hidup orang lain lebih enak. Padahal dibalik Story Instagram yang ditampilkan pasti memiliki masalah, namun tidak dibagikan pada khalayak ramai. Disini bukan salah Sosial Media, tapi bagaimana sikap kita menyikapinya. Kita hanya memiliki dua pilihan: bangkit dan percaya diri atau terus menganggap dunia orang lain lebih baik.

Membuat tulisan ini bukan berarti aku tidak mengalami, bahkan aku pun tidak terlepas dari rasa itu. Hati dan pikiran jadi gak tenang. Malam yang seharusnya bisa tidur nyenyak malah dihantui rasa Overthinking. Cemas akan masa depan, cemas terhadap karir dan kuliah, dan lainnya.

Lalu bagaimana cara mengatasi rasa insecure?

1.      Mengontrol pikiran dan diri kita terhadap apa yang kita lihat.
Karna kita ga bisa mengontrol orang lain sesuai mau kita, tapi kita bisa mengontrol otak, mata, telinga kita terhadap reaksi tersebut.

2.      Bergabung dengan teman yang sekiranya membuat kita menjadi diri sendiri.
Berada dilingkungan yang mendukung dan pola pikir sejalan akan jauh lebih nyaman.
Kita ga perlu jadi sosok lain, cukup jadi diri sendiri.

3.      Terus melatih kemampuan diri sesuai bakat.
Kembangkan apa yang kita bisa apapun itu, akademik atau non akademik. Selama itu positif lakukan aja.

4.      Kalau kamu sudah ditahap darurat, kamu bisa cerita ke Psikolog.
Ada kok layanan gratis namanya ibunda.id lewat Line. Sebelumnya kalian harus daftar, memilih tanggal dan jam yang masih kosong. Tanggal disini gak bisa dadakan, buat janji dulu 1-2 minggu baru setelah itu bisa cerita selama 1 jam.

5.      Perbanyak ibadah.
Dari segala usaha, kita masih punya Tuhan. Kalau sedih dan gak tau lari kemana. Yap, ambil wudhu dan sujud udah paling tepat.

Untuk kamu yang sedang difase ini, terus semangat. Selama kamu bisa kontrol ini adalah hal normal. Jangan sering menyalahkan diri sendiri. Gak perlu cemas berlebihan, ini hanya fase mendewasakan.

Kalau kamu bingung cara selesaikan masalah ini, coba deh liat kemarin pasti kamu punya masalah yang sama bahkan jauh lebih berat. Tapi bisa dilewati kan? Kita terlalu panik terhadap sesuatu yang belum terjadi.

Psikolog terbaik ialah dirimu sendiri, bukan orang lain. Yang pantas kamu sebut rumah, ya dirimu sendiri. Karna rumah itu menetap bukan sekedar singgah.

Selamat berjuang!

Wa'alaikumsalam


No comments:

Post a Comment